Postingan

#Puisi Negeri Puisi Ibu Pertiwi Indonesia

Gambar
Ibu Pertiwi 1
Tempat di mana aku tinggal dan merasakan cinta, Miliki kasih mendalam dari pahlawan- pahlawan, Membangun negeri tanpa pamrih mungkinkah aku lupa, Korbankan yang melekat di badan sungguh renungan!
Bagi generasi-generasi muda apakah masih menyayangi? Ibu Pertiwi yang dulu pernah diperjuangkan oleh mereka, Akankahkembali tersenyum? Setelah kami lakukan tiada, Merawat negeri dengan ego dan kesombongan diri!
Jangan bertanya tentang nasionalisme kepadaku! Ibu Pertiwi kami hamba negerimu tak sedikit menodai, Lihatlah manusia-manusia masih ada berbakti negeri, Peduli akan rakyat kecil dan pembangunankemanusiaan lebih beradab laku.
Kami sadari terseok-seok menuju pembaruan masyarakat revolusi mental manusia, Perlahan-lahan namun pasti mengharumkan nama Indonesia Raya. Ya, Ibu Pertiwi bukan duka saja yang kami berikan selama ini kepadamu. Lihatlah anak-anak negeri mengejar mimpi-mimpi. Harumkan namamu di belahan dunia, Ibu.
Jakarta, 29 Juni 2016

Ibu Pertiwi 2
Mengapa engkau bermuram durja? Terduduk la…

Kulihat, kembali kuterima wajah tak berdosa itu, Kata-katanya membuatku terbang ke lembah kekecewaan.

Gambar
https://www.youtube.com/watch?v=u99f9RAvwu4




Wajah

Wajah-wajah sayu berada di balik kelambu awan, Ingin tak kulihat namun kedua tangan kembali meraba-raba, Lelah atas pencarian seribu alasan untuk penyesalan, Mana yang kuterima? Jalan-jalan apa membentang tiada kelelahan.
Senja membentang di antara langit-langit biru, Burung gereja bersembunyi dibalik rimbunnya pepohonan, Kulihat, kembali kuterima wajah tak berdosa itu, Kata-katanya membuatku terbang ke lembah kekecewaan.
Berulang kali berkata sama tak terelakkan, Suaraku terdengarkah atau tak mau mendengarkan, Perkara-perkara menemaniku berkawan mesra, Dan wajahmu membayangiku tak tergantikan, terbiasa.
Menari dan terus menari dengan langkah kaki syahdu, Kedua kakiku gemetaran mendengarkan namun dirimu sebaliknya, Sungguh dunia ini adalah nestapa! Berkeinginan mati muda, belum waktunya. Kegelapan menutupiku.
Kamu pernah melihat seuntai senyuman dalam wajah, Seorang perempuan polos berbeda darimu, egois. Rindu memuncak antara kedua wajah namun kurasaka…

Pada Setiap Ruangan De Tjolomadoe Berbisik Kenangan Masa Lampau

Gambar
Malam yang dingin kembali menjemput saat berkunjung ke De Tjolomadoe Terletak di Paulan Wetan, Malangjiwan, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Surakarta. Jawa Tengah. Dekat dengan bandara Adi Sumarmo. Sebelum liburan Idul Fitri saya telah berakhir. Ada rasa takjub saat penulis berkunjung melihat bangunan bersejarah ini. Salah satu pabrik gula yang dulu pernah ada danColomadu berarti gunung madu oleh Mangkunegara IV. Miliki harapan pabrik gula ini menghasilkan kekayaan dalam bentuk gula pasir menyerupai gunung. Ruangan yang luas serta setiap mesin berdiri gagah dan menjulang tinggi miliki setiap kenangan tersimpan penulis rasakan. Memang PG Tjolomadoe sudah dirombak total oleh BUMN dan berganti nama menjadi De Tjolomadoe. Bukan untuk menjadi sebuah pabrik gula lagi.
Namun sebagai Culture Center, melainkan sebagai objek wisata baru yang kekinian sesuai dengan perkembangan zaman. Selain itu dapat difungsikan sebagai tempat kegiatan MICE (Meetings, Incentives, conferencing, exhibitions).Den…

Kura-Kura, Filosofi Dan Sebagai Penyangga Hidup Manusia

Gambar
Kura-kura, merupakan salah satu satwa warisan zaman purbakala. Miliki tubuh yang besar dan beratnya mencapai hingga ratusan kilogram. Ia mendarat ke pantai hanya untuk bertelur. dari 1 periode ( biasanya 2 minggu) bahkan naik ke pantai 4-6 kali untuk bertelur. Tidak setiap kali naik ke pantai ia akan bertelur. Namun dari setiap 6 kali pendaratan hanya 1-2 kali bertelur atau mungkin tidak bertelur sama sekali. Sekali bertelur bisa ratusan butir. Namun, dari ratusan butir telur yang menetas menjadi tukik (anak penyu), sebagian kecil saja yang dapat dewasa dan bertelur.


Nilai Positif Filosofi Kura-Kura Terhadap Manusia

1.Tidak Mengeluh Dan Merasa Cepat Lelah
Kura-kura tidak pernah mengeluh dan lelah karena selalu membawa rumah yang berat kemanapun dia pergi. Bahkan dia tidak pernah menanggalkan rumahnya.
Jika kita membayangkan rumah sebagai suatu masalah yang berat maka seperti kura-kura jangan pernah merasa lelah dan bahkan lari dari suatu permasalahan walaupun yang berat. Tetap bertahan d…